Lantip
Lantip Handaru Satria Jati
Putra dari
Bpk. Heru Budi Sulistiyo (Alm) dan Ibu Kustiana
Bertemu
Kami bertemu di sebuah study tour ke Medan—perjalanan yang awalnya hanya tentang kota dan tempat baru. Tapi di antara sunyi perjalanan, ia melempar obrolan ringan yang entah mengapa, terasa hangat. Lima hari kami habiskan dengan tawa kecil dan perhatian yang tak pernah diminta: jaket saat dingin, air minum saat lelah, dan diam yang tak pernah canggung.
Dari Medan, kami pulang dengan lebih dari sekadar kenangan. Sejak saat itu, jarak kami tak lagi sejauh dulu. Ada yang tumbuh perlahan, hangat, dan diam-diam mendekatkan hati.
Berkomitmen
Sejak study tour itu, ia hadir seperti pagi yang perlahan—tenang, hangat, tak pernah memaksa. Tujuh bulan ia diam-diam merawat jarak, dengan perhatian yang tak pernah diminta. Hingga akhirnya, pada suatu hari yang sederhana, ia mengungkapkan perasaannya—tanpa tergesa, tanpa sandiwara.
Dan aku, tanpa ragu sedikit pun, menerimanya. Karena sejak pertama kami bertemu di perjalanan itu, hatiku telah jatuh—dan tak pernah benar-benar ingin pulang.
Lamaran
Tepat 19 Oktober 2024, ia melamarku—dengan cara yang masih sama seperti cintanya: tenang, tulus, dan penuh keyakinan. Tak ada keramaian, hanya kami berdua dan janji yang tak terucap terlalu banyak, tapi terasa begitu dalam.
Enam tahun setelah ia menyatakan cinta, sekali lagi ia memilihku. Bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya. Dan aku, yang telah jatuh sejak hari pertama di study tour itu, tahu… aku tak pernah ingin dipilih oleh siapa pun selain dia.
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui: