2015
Cerita kami dimulai di tahun 2018, di sebuah kampus hijau yang menyimpan begitu banyak kenangan, Universitas Islam Negeri Lampung. Saat itu, kami hanyalah dua mahasiswa yang sama-sama sibuk mengejar mimpi, aktif dalam organisasi, dan saling bertukar semangat di tengah tumpukan tugas kuliah. Tidak pernah menyangka bahwa dari ruang diskusi dan rapat-rapat organisasi itulah benih cinta pelan-pelan mulai tumbuh.
Aku dan Ayu, sejak awal, bukan pasangan yang gemar menunjukkan cinta dengan cara yang ramai. Tapi dari caranya membantu menyelesaikan skripsi, atau sekadar menemani saat deadline menumpuk, aku tahu dia adalah rumah yang hangat. Kami belajar saling mendukung, saling memahami jatuh bangun di dunia perkuliahan, hingga akhirnya kami lulus bersama. Bukan hanya akademik yang kami perjuangkan, tapi juga satu sama lain.
Hubungan kami dimulai di akhir 2018 dengan cara yang sederhana, tapi, dalam setiap detiknya dipenuhi perjuangan dan pengertian. Hingga datang satu masa, sebuah kejadian memilukan sempat mengguncang segalanya. Tapi justru dari luka itulah kami saling menguatkan. Di sebuah kafe kecil yang begitu clasic, tanpa kata-kata mewah, saya menyampaikan satu keinginan besar hidup bersama selamanya. Itulah awal dari lamaran yang paling tulus yang pernah saya sampaikan, bukan karena kemewahan, tapi karena niat yang suci.
Setelah melewati waktu, jarak, dan rindu karena LDR yang panjang, saya dan sekeluarga kerumah ayu untuk melamarnya pada tanggal 29 april 2025 dan akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan yang sudah di laksankan pada tanggal 12 Juni 2025. Suasananya khidmat dan penuh keceriaan. Diiringi adat Jawa yang begitu kental, aku dan Ayu melangkah bersama ke jenjang yang lebih sakral. Tangannya kugenggam erat, tak perlu kata, kami tahu, ini adalah hari yang telah kami doakan sejak lama.
Hubungan kami tidak dibangun dengan kemewahan, tapi dengan pemahaman dan kesediaan untuk saling mengalah. Itu prinsip yang kami pegang teguh karena cinta bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang paling rela menjaga agar tetap utuh.
Ini bukan akhir dari cerita kami. Ini adalah awal dari bab baru yang akan kami tulis bersama sebagai suami dan istri, sebagai dua pasangan yang kini satu tujuan.
2019
Setelah lama tidak bertemu akhirnya kami bertemu kembali di sebuah acara seminar profesional. Kebetulan kami berada di bidang yang sama.
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui: