Putri
Faradilla Saputri Handayani, S.K.M.
Putri dari Bapak Serma (Purn.) Handrin dan Ibu Hafsah
Awal Bertemu - 2018
Akhir tahun 2018 kita berkenalan di aplikasi dating apps dan berlanjut ke WhatsApp. Awalnya kita hanya berteman, teleponan, dan chatting-an biasa karena pada saat itu saya (Putri) baru kelar hubungan dengan yang sebelumnya. Beberapa bulan kenalan itu saya tes untuk bertemu tante dan om saya di Palembang, dan ternyata dia benar-benar temui tante dan om saya.
Singkat cerita, di tahun 2022 saya berangkat kerja ke Kota Medan dan pada saat itu kita jarang yang namanya komunikasi karena saya di lokasi dan posisi dia di Palembang. Kalau Mas Anung nelpon itu sama sekali tidak bisa karena memang sinyal di lokasi susah. Kemudian di tahun itu juga Mas Anung ngajak ketemu dan saya ingkar karena sudah janjian buat liburan ke Bangkok. Dan ternyata Mas Anung pada saat itu pulang ke Blora, dan di situ saya berniat buat pulang ke Palembang. Dan tibalah saat Mas Anung pulang, saya jemput di bandara, dan dari perkenalan kita dari tahun 2018 baru di tahun 2023 kita ketemu untuk pertama kalinya.
Singkat cerita, di tahun 2024 saya masih kerja dan saya pada saat itu memang menjauh dari Mas Anung karena satu dan lain alasan sampai memang benar-benar kita nggak ada komunikasi sama sekali.
Berkomitmen - 2024
26 November 2024, dari yang kita lost contact, tiba-tiba Mas Anung chat saya kembali di awal bulan Oktober 2024. Dan di situ kita chatting-an dan teleponan kembali. Ternyata bulan November itu Mas Anung pulang ke Blora. Awalnya saya berpikir kalau Mas Anung hanya cuti tahunan untuk ketemu orang tuanya. Dan tepat di tanggal 26 November 2024 malam, Mas Anung nelpon dan saat itu nggak keangkat sama saya sampai akhirnya saya angkat. Dan ternyata Mas Anung tiba-tiba bilang, "Adek sayang Mas nggak? Mau serius sama Mas nggak?"
Di situ aku cuma diem karena memang kita nggak ada yang namanya pacaran, bahkan belum tahu sifat dan karakter satu sama lain. Tapi nggak tahu, tiba-tiba saya jawab iya. Tibalah Lebaran Idulfitri itu pertama kali saya diajak ke Blora untuk bertemu Bapak dan Ibu Mas Anung. Niat kita minta doa restu, dan Alhamdulillah Bapak dan Ibu merestui kita. Dan secara sat-set Februari sampai Mei kita ngurus buat nikah kantor, dan Alhamdulillah di bulan Juni kita sudah selesai di tahap nikah kantor.
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Namun jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.