Tengku
Bripda Tengku Ammar Rafi, S.H
Putra Pertama dari
Bapak Aipda Satria Mara Hendra
& Ibu Yulina Dewi, S.Kep.Ners
Sisy
Cynthia Andita Fitri, S.H
Putri Pertama dari
Bapak Antoni Saputra, S.E
& Ibu Rita Meri
Awal Bertemu
Kisah ini dimulai di tahun 2019, di lorong SMA Al Kautsar yang ramai. Hari itu sedang dimulai Ujian akhir. Ruang ujiannya bersebelahan dengan ruangan lain, dan di sela-sela kegelisahan, pandangannya tak sengaja tertuju pada seorang gadis. Dengan paras wajah cantik dari balik jendela, fokusnya pada lembar soal begitu intens. Tengku tidak tahu namanya, tapi sorot mata yang penuh konsentrasi itu menciptakan kesan yang tak terlupakan. Nama gadis itu adalah Sisy.
Setelah ujian usai, takdir seolah berpihak pada mereka. Di tengah keramaian siswa yang membubarkan diri, Tengku memberanikan diri untuk menyapa. "Hai, namaku Tengku," sapanya dengan senyum canggung. Sisy menoleh, membalas senyumnya, dan memperkenalkan diri, "Aku Sisy."
Percakapan sederhana itu menjadi awal dari segalanya. Mereka mulai sering bertemu, entah di kantin atau di perpustakaan. Obrolan tentang pelajaran, hobi, dan impian, perlahan membangun jembatan di antara hati mereka.
Brekomitmen
Pada tanggal 22 Februari 2022, setelah berbulan-bulan membangun kembali koneksi mereka, Tengku memutuskan untuk mengambil langkah besar. Di bawah langit malam yang bertabur bintang, ia menggenggam tangan Sisy dan menatap matanya dalam-dalam. "sayang," bisiknya, "Aku tahu kita sudah melewati banyak hal. Tapi aku yakin, apa yang aku rasakan ini nyata. Maukah kamu, di tanggal yang cantik ini, menjadi bagian dari hidupku, dan kita memulai perjalanan cinta ini bersama?"
Sisy tak bisa menahan air mata haru. Ia melihat ketulusan yang sama di mata Tengku, ketulusan yang pertama kali ia lihat di koridor SMA bertahun-tahun lalu. Tanpa ragu, ia mengangguk. "Iya sayang. Aku mau."
Dan di tanggal yang istimewa itu, tepatnya 22 Februari 2022, mereka memulai babak baru. Janji diucapkan, komitmen terjalin, dan dua hati yang pernah terpisah oleh waktu kini bersatu kembali, siap menulis kisah cinta mereka sendiri, yang berawal dari sebuah pandangan di sekolah, dipersatukan kembali oleh takdir, dan dikukuhkan oleh janji.
Lamaran
Hari itu, tanggal 27 Juli 2025, Di Ballroom Raja Kuring, semua telah dipersiapkan dengan indah. Dekorasi bunga yg cantik, tata letak yang elegan, dan bisik-bisik kerabat yang tak sabar menanti. Ini bukan hanya perayaan, tapi juga penanda babak baru dalam kisah cinta Tengku dan Sisy.
Tengku, yang biasanya tenang, Hari itu tampak tegang namun berseri-seri. Ia berdiri di samping kedua orang tuanya, menanti kehadiran Sisy. Matanya tak lepas dari pintu masuk. Tengku tahu, Sisy adalah belahan jiwanya. Perjalanan cinta mereka, yang berawal dari pandangan di SMA, kembali terhubung lewat takdir, dan kini akan disatukan dalam sebuah janji suci.
Saat Sisy melangkah masuk, keanggunannya membuat seluruh ruangan terdiam. Kebaya cantiknya mengimbangi senyum manisnya. Tengku merasa jantungnya berdebar kencang. Inilah momen yang ia impikan. Ia melihat orang tua Sisy, yang juga tampak haru. Kedua keluarga, yang kini akan menjadi satu, saling bertegur sapa dengan hangat.
Setelah sambutan, Tengku maju ke depan. Ia mengambil mikrofon, suaranya bergetar namun penuh keyakinan. "Sisy," Tengku memulai, tatapannya lekat pada Sisy. "Kita telah melewati banyak hal. Perjalanan kita mengajarkanku bahwa cinta sejati tak hanya tentang kebahagiaan, tapi juga tentang saling melengkapi dan menguatkan. Di hadapan kedua orang tua kita, dan semua yang hadir di sini, aku ingin menjadikanmu bagian dari hidupku."
"Sisy, aku datang hari ini, membawa kedua orang tuaku, untuk melamarmu. Aku ingin kau menjadi pasangan hidupku, istriku, dan ibu dari anak-anakku kelak. Maukah kau, Sisy, menemaniku mengarungi sisa hidup ini bersamaku?"
Sisy menatap mata Tengku, yang memancarkan ketulusan, Air mata haru membasahi pipinya. Ia mengangguk dengan senyum yang tak terbendung. "Ya, sayang. Aku mau menjadi pasangan hidupmu dan menjadi bagian dari kisah hidup mu."
Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan. Diiringi tangisan bahagia dari ibu Tengku dan Sisy, cincin disematkan di jari manis Sisy.
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Namun jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.